Cara Membaca Candlestick Saham yang Tepat

Cara Membaca Candlestick Saham yang Tepat

Grafik saham tidak hanya memiliki model garis dan bar saja, melainkan juga bentuk lilin atau dikenal dengan nama candlestick. Grafik candlestick dalam saham biasanya digunakan untuk analisis teknikal. Ketika memutuskan berinvestasi saham, maka sangat penting untuk mengetahui cara membaca candlestick saham yang tepat. Namun sebelumnya, simak penjelasan berikut terlebih dahulu:

Mengenal Candlestick Saham

Pada awalnya, candlestick merupakan alat untuk mencatat harga pasar oleh pedagang beras di Jepang. Nantinya digunakan untuk memproyeksikan pergerakan harga di tahun yang akan datang. Kemudian metode ini dikembangkan sehingga saat ini digunakan di pasar saham.

Grafik candlestick digunakan untuk analisis teknikal sehingga investor bisa mengambil keputusan investasi sendiri. Melalui grafik ini, maka akan ditunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan serta penutupan dari sebuah saham dalam periode waktu tertentu. Adapun periode waktu tersebut dapat berlangsung 1 jam, 1 minggu maupun 1 bulan. Setiap satu candlestick maka mewakili satu periode.

Cara Baca Candlestick Saham

Pada dasarnya tidak semua investor bisa langsung membaca grafik dari pergerakan saham dengan mudah. Terlebih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membacanya. Adapun cara membaca candlestick saham sebaiknya harus memperhatikan ukurannya. Karena candlestick memiliki ukuran tubuh maupun ekor yang tidak sama. Agar lebih paham, ikuti cara berikut ini:

1. Lihat Panjang dan Pendek di Bagian Ekor

Untuk membaca candlestick saham biasa memang terbilang rumit. Karena perlu memperhatikan panjang dan pendeknya bagian ekor dari candlestick tersebut. Terlebih, panjang pendek dari ekor ini memiliki arti tersendiri. Ekor pada candlestick ditunjukkan dengan bentangan garis lurus di bagian atas serta bawah tubuh.

Panjang ekor menunjukkan adanya aktivitas trading yang melebihi harga pembukaan maupun penutupan di titik tertinggi. Sedangkan ukuran ekor yang pendek menunjukkan adanya aktivitas trading yang berdekatan dengan harga pembukaan juga penutupan. Fluktuasi harga saham tersebut tidak akan terlampau jauh jika dibandingkan dengan harga pembukaan ataupun penutupan.

2. Baca Bagian Tubuh Candlestick

Selain ekor, komponen utama dalam candlestick adalah tubuh atau body. Bagian ini menunjukkan harga pembukaan serta penutupan di waktu tertentu. Badan candle ditunjukkan dengan bentuk persegi empat berwarna merah hijau atau hitam putih. Cara membaca candlestick saham adalah dengan melihat panjang pendek ukuran badan candle tersebut.

Jika ukuran tubuh semakin panjang maka tekanan jual beli saham juga semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya. Jika ukuran tubuh candle semakin pendek otomatis akan menunjukkan adanya pergerakan konsolidasi pada harga saham yang minim.

3. Apabila Ekor Atas dan Bawah Tidak Sama

Dalam kondisi tertentu, bagian ekor atas dan bawah bisa juga memiliki ukuran yang tidak sama. Jika candlestick memiliki ekor lebih pendek dari ekor bawah, artinya penjualan trading saham menekan harga agar turun. Meskipun demikian, pembeli tetap melakukan bidding di sesi tersebut pada harga tertinggi.

Begitu juga sebaliknya. Apabila ekor atas lebih panjang daripada ekor bawah, maka pembeli juga bisa bidding pada harga tinggi. Akan tetapi penjual akan berupaya agar bisa menekan harga jauh lebih rendah dari harga itu. Dengan membaca candlestick saham ini, maka trader atau investor bisa mengetahui pergerakan harga jual beli.

Itulah cara membaca candlestick saham yang benar. Dalam membaca candlestick, maka trader atau investor harus paham terkait informasi dasar terlebih dahulu. Mulai dari bagian-bagiannya, warnanya, polanya dan sebagainya. Dengan memahami candlestick ini maka trader atau investor bisa mengambil keputusan investasi secara tepat dan akurat.