Cara Menghitung Denyut Nadi Setelah Olahraga

Cara Menghitung Denyut Nadi Setelah Olahraga

Olahraga ringan seperti lari pagi adalah aktivitas yang dapat menjaga kebugaran tubuh. Namun ada olahraga berat yang dapat menimbulkan risiko yang cukup serius. Oleh karena itu, penting mengetahui cara menghitung denyut nadi setelah olahraga.

Mengukur kecepatan denyut nadi dilakukan untuk mengecek dan meningkatkan kesehatan jantung. Olahraga jenis apa pun itu baiknya memilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh agar tidak menimbulkan risiko.

Cara Menghitung Denyut Nadi Setelah Olahraga

Tak banyak yang memahami pentingnya menghitung denyut nadi usai berolahraga serta mengetahui cara menghitung denyut nadi setelah olahraga. Lantas, bagaimana cara menghitung denyut nadi?

Jika anda belum pernah menghitung nadi setelah berolahraga, coba lakukan mulai saat ini. Karena hal ini berpengaruh pada kesehatan jantung anda lho. Nah, untuk mengetahui penjelasan selengkapnya tentang penghitungan denyut nadi, simak uraian di bawah ini yuk!

1.      Pentingnya Mengetahui Intensitas Olahraga

Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah terjadinya penyakit jantung serta memperkuat otot jantung. Saat melakukan aktivitas fisik, tubuh akan merasakan efek bugar dan lelah setelah usai berolahraga.

Saat selesai berolahraga, efek yang dapat dirasakan oleh tubuh bisa dilihat dari pernapasan, detak jantung, produksi keringat serta tingkat kelelahan otot. Sudah tahu belum cara mengetahui intensitas olahraga ?

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengukur intensitas olahraga, yaitu dengan menghitung denyut nadi dan melihat efek serta rasa yang timbul setelah melakukan aktivitas fisik tersebut.

Melihat efek dan rasa yang timbul usai berolahraga termasuk pengukuran subjektif. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas berat aktivitas yang dikerjakan dengan melihat respon tubuh dan efeknya pada tubuh.

Cara kedua dengan menghitung denyut nadi usai melakukan aktivitas fisik. Cara ini akan memberikan gambaran objektif mengenai intensitas dari kegiatan yang anda lakukan. Caranya yakni dengan melacak angka normal BPM (beats per minute) setelah olahraga.

Namun perlu diingat, efek dan rasa yang dialami setelah berolahraga tiap individu tidak akan sama. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang perlu mengukur intensitas olahraga yang dilakukan demi menjaga kesehatan diri.

2.      Berapa Denyut Nadi Normal Sebelum Olahraga ?

Cara menghitung denyut nadi setelah olahraga penting diketahui untuk mengukur kemampuan diri serta menjaga kesehatan jantung Untuk itu, ketahui juga berapa jumlah denyut nadi normal sebelum berolahraga. Apakah tiap individu memiliki denyut nadi sama ?

Denyut nadi normal pada setiap individu tentu saja berbeda. Pada umumnya, denyut nadi sebelum melakukan aktivitas fisik akan jauh lebih rendah. Hal ini karena saat olahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak darah sehingga mengalirkan semua darah melalaui nadi ke seluruh tubuh.

Untuk mengetahui jumlah denyut nadi normal sebelum olahraga per menit, cek daftar berikut ini :

  • Bayi-usia 1 tahun : 100-160 kali per menit
  • Anak-anak 1-10 tahun : 70-120 kali per menit
  • Anak usia 11-17 tahun : 60-100 kali per menit
  • Orang dewasa : 60-100 kali per menit
  • Atlet : 40-60 kali per menit

Nah, itulah dia daftar secara umum denyut nadi normal sebelum olahraga per menitnya. Lalu, apa fungsinya mengetahui berapa jumlah denyut nadi ? Yaitu berguna untuk menentukan apakan jantung bekerja secara normal ataukah tidak.

Pada usia 0-17 tahun, umumnya denyut nadi akan lebih tinggi daripada orang dewasa.Hal ini karena pada usia dini biasanya membutuhkan darah lebih banyak. Dan perlu diketahui bahwa denyut nadi juga dapat berubah tergantung dari aktivitas yang sedang dikerjakan.

Lain halnya dengan para atlet yang denyut nadinya lebih rendah. Hal ini dikarenakan jantung atlet tidak terlalu butuh kerja keras. Bagaimana bisa ? Karena para atlet sudah terlatih dan terbiasa melakukan aktivitas fisik.

3.      Bagaimana Cara Menghitung Denyut Nadi Usai Olahraga ?

Olahraga yang melelahkan fisik umumnya akan memberi efek bugar bagi tubuh. Namun sayang, tak banyak yang tau bahwa aktivitas fisik berlebihan justru dapat menimbulkan terjadinya penyakit, seperti jantung.

Inilah mengapa pentingnya menghitung denyut nadi usai berolahraga, untuk ketahui target kecepatan denyut jantung. Apabila kecepatan denyut jantung kurang dari target, maka aktivitas fisik perlu ditingkatkan lagi agar mencapai target.

Apabila kecepatan denyut jantung sudah mencapai target, maka anda dapat mengurangi aktivitas fisik tersebut. Bahkan jika sudah melebihi batas, sebaiknya jangan melanjutkan olahraga berat yang menimbulkan denyut jantung dipacu lebih cepat.

Selain berisiko pada kesehatan jantung, juga dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran, risiko cedera bahkan kematian mendadak. Jadi, inilah alasan mengapa setiap orang penting individu mengetahui cara menghitung denyut nadi setelah olahraga.

Nah, daripada penasaran dan bertanya-tanya bagaimana cara perhitungan denyut nadi, berikut kami uraikan dalam 3 cara. Simak selengkapnya di bawah ini.

  • Menghitung Menggunakan Arteri Karotis

Cara pertama menghitung denyut nadi setelah berolahraga dapat dilakukan melalui arteri karotis. Apa itu arteri karotis ? Arteri karotis terdapat di bagian leher anda dengan cara penghitungan manual. Fungsinya yaitu untuk mengantarkan darah ke kepala dan otak.

Caranya mudah, yakni dengan menempelkan jari telunjuk dan jari tengah pada leher hingga menemukan denyut arteri. Setelah menemukan denyut arteri karotis, barulah mulai menghitung denyut nadi selama 15 detik. Hasilnya, kalikan 4 kali.

Contohnya, jika dalam kurun waktu 15 detik denyut nadi anda sebanyak 15 kali, maka 15 x 4 hasilnya 60. Jadi, total denyut nadi anda 60 denyut per menit (bpm). Nah, cara penghitungannya cukup mudah bukan ?

  • Menghitung Menggunakan Arteri Radialis

Cara menghitung denyut nadi usai olahraga yang kedua yaitu melalui arteri radialis. Cara penghitungannya pun sama dengan arteri karotis, yakni menghitung denyut nadi selama 15 detik, lalu mengalikan hasilnya dengan 4 kali.

Arteri radialis terdapat di area pergelangan tangan, sehingga anda bisa meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan untuk menghitung denyut nadi. Jangan menggunakan ibu jari untuk menghitungnya karena akan kesulitan.

  • Menghitung Melalui Smartwatch

Jika cara keedua diatas terasa sangat sulit dilakukan, anda bisa menggunakan cara cepat dengan menghitungnya menggunakan smartwatch atau jam tangan pintar. Anda dapat mendownload aplikasinya di smartphone untuk mengetahui kecepatan denyut jantung.

Jika anda mendapatkan kecepatan denyut jantung melebihi batas maksimum, segara istirahat dari aktivitas fisik tersebut. Usahakan tidak memaksa diri melakukan olahraga berat karena dapat berakibat pada kesehatan kram jantung. Jadi, lebih baik mengecek denyut nadi bukan ?

Nah, demikianlah ulasan singkat mengenai cara menghitung denyut nadi setelah olahraga dan pentingnya menghitung denyut nadi usai beraktivitas fisik. Jadi, jangan malas untuk menghitung denyut nadi karena berpengaruh pada kesehatan jantung anda. Akhir kata, semoga informasi ini bermanfaat ya!