Investasi Emas Atau Saham, Pilih yang Mana

Investasi Emas Atau Saham, Pilih yang Mana?

Di kalangan masyarakat yang hendak mulai berinvestasi, emas dan saham menjadi dua hal yang sering kali diperbandingkan. Padahal, investasi emas atau saham sebenarnya merupakan hal yang berbeda. Keduanya memiliki keunggulan, kelemahan, dan karakteristik masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kondisi serta tujuan keuangan dari investor. Apa hal yang membedakan dua jenis investasi ini?

1. Wujud Aset

Hal utama yang menjadi perbedaan dari kedua investasi ini terletak pada wujud asetnya. Wujud dari saham berupa sertifikat yang berisi pernyataan kepemilikan sebagian dari saham perusahaan. Hal ini wujudnya tidak dapat dilihat secara langsung (non fisik). Sedangkan emas merupakan bentuk investasi yang asetnya berwujud fisik, yakni emas batangan.

Dengan perbedaan wujud ini, menyimpan kepingan emas yang berharga harus mendapatkan perhatian khusus, sementara itu aset saham bisa dipantau langsung melalui aplikasi online. Meski begitu, emas sekarang juga dapat dibeli secara online melalui platform terpercaya misalnya Antam sehingga memudahkan banyak orang untuk melakukan pembelian emas dengan jumlah sangat kecil sekalipun.

2. Arus Kas

Perbedaan selanjutnya terlihat dari arus kas yang dimiliki kedua instrumen. Keuntungan investasi saham yaitu jumlah keuntungan relatif tak terduga, bisa mencapai nilai yang lebih tinggi. Arus kas dalam saham berbentuk dividen, yakni keuntungan yang dibagi oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya pada saat mengalami profit.

Belum lagi ada capital gain yang memungkinkan investor saham mendapatkan keuntungan lebih banyak. Berbeda dengan emas, nilai keuntungannya relatif stabil. Untuk mendapatkannya, investor perlu mencairkan emasnya. Namun untuk melakukannya diperlukan kemampuan menganalisa kapan kira-kira emas dihargai lebih tinggi sehingga profit bisa diraih.

3. Sifat Investasi

Masih bingung menentukan antara investasi emas atau saham? Calon investor perlu mengetahui sifat investasi dari kedua instrumen ini. Saham sifatnya aktif, karena laba bergantung dengan performa perusahaan dan dapat dimonitor untuk menentukan tindakan sesuai kondisi perusahaan.

Lain dengan saham, investasi emas tidak bersifat aktif karena sifatnya merupakan lindung nilai. Investor tidak dapat berbuat sesuatu terhadap kenaikan dan penurunan harganya, namun bisa mengamati takarannya sesuai dengan kondisi geopolitik.

4. Masa Berlaku

Investor yang memiliki investasi emas atau saham perlu mengetahui masa berlaku dari masing-masing instrumen. Misalnya saham yang sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan. Contohnya jika perusahaan mengalami bangkrut, maka pemegang saham tersebut juga berisiko mengalami kerugian.

Sedangkan emas nilainya bisa tetap dipertahankan hingga masa mendatang, karena merupakan benda yang selalu dibutuhkan. Selain itu, harga emas relatif naik setiap tahun sesuai dengan perkembangan ekonomi.

5. Kesiapan Menghadapi Risiko

Tidak dapat dipungkiri, semua jenis investasi memiliki risiko. Masalahnya adalah, seperti apa kesanggupan investor dalam menghadapi risiko yang ada di depan mata. Bila menilik secara risiko, tentu saham lebih tinggi risikonya karena perubahan harga pasar cukup fluktuatif. Risiko ini tentu dapat diminimalisir dengan memperbanyak literasi dan kemampuan dalam mengelola saham itu sendiri.

Bagi pemula dalam dunia investasi, emas lebih disarankan karena sangat aman dan hampir tidak pernah mengalami kerugian secara signifikan. Keuntungan dan kerugian tidak terjadi apabila investor tidak menjual emas, sehingga diam pun emas masih aman. Metodenya lebih mudah dipelajari dan diterapkan, namun memang lebih cocok untuk jangka panjang jika menginginkan profit yang lebih besar.

Demikian pembahasan seputar investasi emas atau saham yang kerap kali menjadi perdebatan. Keduanya bisa menjadi pilihan yang tepat, tergantung dengan kebutuhan masing-masing orang. Pembahasan di atas dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih instrumen yang tepat sehingga bisa berinvestasi dengan tenang.