Mengapa Pria Tidak Akan Terbangun saat Bayi Menangis

Mengapa Pria Tidak Akan Terbangun Saat Bayi Menangis?

Mengapa Pria Tidak Akan Terbangun Saat Bayi Menangis? – Banyak orang menganggap kehidupan setelah pernikahan akan selalu bahagia dan kompak dalam menjalaninya dengan pasnagan, namun nyatanya kehidupan yang di bayangkan tidaklah selalu sesuai dengan harapan.

Mulai dari membangun komunikasi yang baik, berbagi tugas rumah dan mengurus anak rasanya perlu dilakukan berulang kali agar menjalani rumah tangga tidak tumpeng tindih. Dari banyaknya tantangan terberat dalam rumah tangga sangatlah banyak, apalagi saat pasangan yang baru mendapatkan bayi.

Tantangan yang dihadapkan beragam, mulai dari jam tidur berubah drastis, memberikan ASI yang cukup dan memperhatikan tumbuh kembangnya. Akhirnya tidak sedikit Ketika Lelah menyerang mungkin akan membuat seseorang bertambah stres, karena kurangnya komunikasi dengan suami atau mungkin tidak begitu bisa diajak berkontribusi untuk membantu.

Mengurus bayi yang baru saja lahir merupakan pembelajaran baru untuk pasangan. Apalagi disaat sang bayi menangis di malam hari karena ingin menyusu, popoknya yang sudah penuh dan lain sebagainya. Tidak jarang membuat kesal istri karena sang suami tidak bangun untuk bergantian untuk melakukan hal-hal yang membuat bayi menangis. Sampai-sampai membangunkan berulangkali, suami pun tak kunjung bangun dari tempat tidur. Sehingga kamu beranggapan bahwa suami berpura-pura tidur agar tidak repot mengurus bayi.

Ternyata terdapat alasan mengapa pria tidak akan terbangun saat bayi menangis. Bila umumnya, pada saat bayi menangis akan menggangu para Wanita namun berbeda dengan pria. Menurut penelitian MindLab di Inggris menyatakan bahwa tangisan bayi tidak termasuk dalam 10 hal yang mengganggu pria saat tidur. Para pria akan mudah terbangun karena suara alarm mobil, suara angin, suara lalat namun tidak dengan suara tangisan bayi.

Aktivitas otak dari seorang relawan atas riset yang dilakukan MindLab dilakukan untuk memonitor bagaimana otak dipengaruhi dnegan suara yang berbeda-beda.  Lembaga riset mendapati bahwa Wanita lebih mudah terganggu oleh suara kegaduhan daripada pria, dan akan lebih sulit Kembali untuk Kembali tidur.

Kesimpulan yang dapat disampaikan bahwa sensitivitas yang berbeda antara Wanita dan pria didasari karena perbedaan evolusioner yang membuat Wanita sensitif terhadap suara yang diasosiasikan dengan ancaman pada anak-anak sedangkan pria akan terganggu jika disebabkan dengan apapun yang membahayakan seluruh keluarganya.

Nah, karena sudah tau mengapa pria tidak terbangun saat bayi menangis untuk para Wanita atau istri bisa lebih bersabar ya. Semoga dengan pengetahuan baru ini dapat membuat para istri tidak ada kesalahpahaman.