Menyusui, Apakah Sekedar Perkara Menempelkan Payudara ke Mulut Bayi

Menyusui, Apakah Sekedar Perkara Menempelkan Payudara ke Mulut Bayi?

Menyusui, Apakah Sekedar Perkara Menempelkan Payudara ke Mulut Bayi- Kehamilan merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para sutri (suami-istri) muda. Apalagi pasca pernikahan akan dibanjiri pertanyakan terkait kehamilan, maka tidak jarang para pasangan baru akan berkonsultasi terkait program kehamilan yang ditepat dan matang.

Melihat betapa kehamilan merupakan sebagai tolak ukur kesuksesan dalam berumah tangga, untuk Sebagian masyarakat. Maka Ketika seseorang telah mendapatkan momentum tersebut, masa-masa kehamilan akan menjadi hal paling berharga dan banyaknya para moms mempersiapakan dengan matang dan detail.

Hal tersebut merupakan upaya agar calon bayi akan lahir dengan sehat dan sempurna. Banyaknya usaha yang dilakukan para calon-calon moms ini dimulai dari asupan-asupan yang dibutuhkan pada masa kehamilan, persiapan proses kelahiran, rekomendasi bidan atau dokter yang bagus, dan mendapatkannya petuah-petuah agar proses persalinan aman dan nyaman.

Para calon moms pun akhirnya dibanjiri informasi terkait masa-masa kehamilan dan melahirkan. Akan tetapi banyak sebagian orang lupa akan proses menyusui, hal ini merupakan hal yang tidak kalah penting untuk lebih dalam mempelajari. Dalam proses menyusui bisa menjadi momen yang lebih menantang dibandingkan persalinan. Bahkan, banyaknya orang menganggap menyusui merupakan hal yang sepele menjadikan saran-saran yang diberikan rekan atau kerapa terkait beratnya masa menyusui bisa dikatakan nihil.

Banyaknya para moms berfikir bahwa menyusui merupakan aktivitas alami, yang tidak membutuhkan keterampilan khusus dan semua moms secara otomatis bisa menyusui setelah melahirkan. Sampai akhirnya pertanyaan apa sulitnya menempelkan payudara ke mulut bayi menjadi hal yang lumrah.

Sampai akhirnya, masa menyusui telah tiba para moms menyadari bahwa stigma tersebut salah besar. Proses menyusui juga merupakah hal baru dan layak untuk dipelajari oleh para moms, karena masa tersebut membutuhkan adaptasi dan keterampilan yang harus selalu diasah agar mahir. Tidak ada yang mudah dari rutinitas memberi makan bayi setiap 1-2 jam sekali.

Masa-masa ini akan membuat para moms yang baru akan kehilangan ratusan jam waktu tidur, merasakan puting lecet, berdarah, sampai pusing soal berat badan bayi yang stagnan. Dan juga drama per-ASI-an dari keluarga, kerabat, serta tetangga.

Beberapa survei mengungkapkan bahwa para moms kesulitan Ketika masa menyusui. Mayoritas (62 persen) mengeluhkan nyeri dibagian puting atau payudara saat menyusui. Kejadian ini menimpa tiga dari lima ibu.

Masa menyusui Rentan Terkena Depresi

Dalam kondisi bentuk puting yang sulit dalam meng-ASI-kan kepada bayi, membuat para moms putus asa. Lantaran sulitnya melakukan perletakan mulut bayi dengan payudara. Bentuk puting yang masuk kedalam banyak dialami oleh 9-10 persen perempuan.

Banyaknya gagal terhadap proses menyusui membuat para moms dapat terserang depresi, dengan menyalahkan diri sendiri atas ketidakmampuan menyusui, berpikir dirinya tidak berusaha lebih keras lagi, dan melabelkan bahawa dirinya telah gagal menjadi ibu.

Kondisi putus menyusui sudah lama dikaitkan dengan factor risiko kecemasan dan depresi. Karena keduanya memiliki hubungan timbal balik. Maka risiko depresi pascapersalinan (PPD) semakin besar. Sementara depresi pada ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI.

Bukankan beratnya proses dan tantangan menyusui yang dialami para moms, seharusnya promosi menyusui dibuat lebih gambling. Dengan memuat informasi tentang betapa sulitnya menyusui, informasi pertumbuhan bayi, dan frekuensi menyusui, sehingga para moms dapat membuat keputusan yang tepat terkait proses menyusui.

Lalu, Bagaimana Cara yang Tepat dalam Menyusui ?

Setelah menjabarkan tantangan masa-masa menyusui, para moms dapat belajar atau berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi terdekat, agar Ketika masa menyusui menjadi momentum yang sehat untuk bayi dan para moms.

Dalam pemberian ASI terdapat beberapa cara, yang mana car ini sebagai bentuk mencegah nyeri pada payudara saat menyusui bayi, yaitu:

  • Dagu bayi harus menempel dengan payudara bayi
  • Area Areola bawah harus dihisab dengan bayi
  • Bibir bawah bayi harus melipat ke arah luar
  • Mulut bayi harus terbuka lebar

Pemberian ASI yang salah akan menjadikan air ASI sedikit keluar dan berat anak tidak menambah berat badan, sehingga pertumbuhan anak akan terganggu.

Maka, moms perlu mencoba dan semangat untuk selalu belajar tentang meng-ASI-kan. Perlu diingat juga bahwa semua berhak memiliki ibu sehat dan semua ibu berhak mendapatkan kesempatan menikmati hidup mereka. Maka jika para moms merasa tertekan selama proses menyusui, segera konsultasikan dengan dokter konselor laktasi.