Short Selling Saham adalah Transaksi yang Dilarang, Simak Dulu Informasinya!

Short Selling Saham adalah Transaksi yang Dilarang, Simak Dulu Informasinya!

Bagi yang sudah mendalami dunia saham sejak lama, mungkin pernah mendengar istilah short selling. Short selling saham adalah praktik jual beli saham yang cukup beresiko dan sudah dilarang di Indonesia saat ini. Sejak tahun 2018, BEI sudah membuat larangan kegiatan short selling saham, di tahun 2020, larangan ini kembali dipertegas.

Namun, tidak semua orang memahami apa itu transaksi short selling, terutama bagi pemula yang baru belajar saham. Agar tidak terjebak ke transaksi short selling yang sudah dilarang ini, simak penjelasan di bawah ini:

Pengertian Short Selling Saham

Short selling saham adalah praktik jual beli saham yang dilakukan seseorang dengan meminjam saham dari pihak lain. Jadi pada dasarnya orang yang melakukan short selling saham ini tidak memiliki saham, tapi tetap bisa menjual saham dan mendapatkan keuntungan. Alih-alih membeli, orang tersebut memilih cara praktis yaitu dengan meminjam.

Kegiatan short selling saham ini sering dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang cepat. Meskipun demikian, transaksi short selling saham ini cukup beresiko. Karena ada saatnya harga saham akan anjlok dan tidak bisa dijual sesuai keinginan.

Cara Kerja Short Selling Saham

Setelah memahami pengertiannya, mari bahas cara kerja dari short selling saham. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa orang yang ingin menjual saham ini akan meminjam saham terlebih dahulu dari pihak lain. Biasanya ada perusahaan sekuritas tertentu yang memberikan jasa peminjaman saham.

Agar mendapatkan keuntungan, orang tersebut sebaiknya meminjam saham saat harga saham sedang naik. Jika harga saham sedang naik, maka bisa langsung jual saham yang dipinjam tersebut dan dapatkan keuntungannya. Lalu orang tersebut harus membeli lagi saham tersebut agar bisa dikembalikan, caranya adalah dengan membeli kembali sahamnya saat harganya turun.

Alasan Short Selling Saham Dilarang

Ternyata praktis short selling saham yang cukup menguntungkan dan beresiko ini sempat dilarang BEI. Hal ini sudah diberlakukan sejak tahun 2008, jadi masyarakat Indonesia tidak bisa lagi melakukan transaksi short selling. Hal ini kembali dipertegas lagi di tahun 2020. Tapi, apa alasannya short selling ini dilarang? Berikut ini ada beberapa alasannya:

1. Dianggap Tidak Halal

Dari penjelasan sebelumnya, bisa dilihat ketika harga saham naik maka pihak yang meminjam akan mendapatkan keuntungan dan pihak meminjami akan rugi. Namun sebaliknya jika harga saham turun saat pihak peminjam ingin menjualnya, maka yang akan mendapatkan keuntungannya adalah pihak yang meminjami.

Hal ini ternyata tidak sesuai dengan ajaran Islam. Pada umumnya transaksi ini disebut dengan riba karena ada pihak yang dirugikan. Dalam agama Islam, jenis transaksi ini dianggap haram dan tidak diperbolehkan.

2. Hanya Menguntungkan Salah Satu Pihak

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, praktik short selling saham ini hanya akan menguntungkan satu pihak saja. Karena dianggap merugikan, maka pihak BEI memutuskan untuk melarang praktik short selling saham ini. Kegiatan ini juga dianggap tidak illegal karena meminjamkan saham orang ke orang lain untuk keuntungan pribadi.

3. Bisa Menurunkan IHSG

Beberapa orang menduga bahwa adanya praktik short selling saham ini bisa memicu turunnya IHSG. Hal ini diduga terjadi di tahun 2008 saat BELI secara mendadak melarang praktik short selling saham.

Adanya larangan praktik short selling saham ini juga diikuti dengan turunnya nilai IHSG. Bahkan harga IHSG saat itu turun secara drastis dengan cepat. Jadi, untuk menghindari kejadian ini lagi, tidak diperbolehkan lagi praktis short selling saham.

Itulah sedikit pembahasan tentang short selling saham yang sudah dilarang saat ini. Bisa dibilang short selling saham adalah praktik yang sangat beresiko. Padahal praktik short selling ini cukup digemari banyak orang. Sayangnya karena dianggap tidak halal dan merugikan, orang-orang tidak bisa lagi mencoba short selling saham.