Tata Cara Menghitung Keuntungan Saham Dengan Capital Gain dan Dividen

Tata Cara Menghitung Keuntungan Saham Dengan Capital Gain dan Dividen

Dalam sebuah kegiatan investasi keberadaan dari keuntungan atau yang sering disebut dengan profil penting untuk diketahui. Hal tersebut juga terjadi pada jenis investasi dalam instrumen saham. Dengan begitu tata cara menghitung keuntungan saham penting dipahami oleh investor. Sejumlah orang ada yang berpandangan jika kegiatan investasi saham merupakan cara cepat supaya bisa kaya.

Padahal hal tersebut belum tentu semuanya salah. Namun yang perlu diperhatikan oleh investor bahwa instrumen investasi ini memang diketahui mempunyai return tinggi ketimbang sejumlah instrumen investasi lainnya. Hingga tak heran jika sejumlah investor memang tertarik untuk mengalokasikan dana yang dimiliki untuk investasi saham. Berikut pembahasan selebihnya untuk instrumen investasi saham.

Simulasi Keuntungan Saham

Sebagaimana yang banyak diketahui bahwa investasi saham memang dapat dilakukan perhitungan dengan beberapa metode. Dimana metode tersebut adalah menggunakan Capital Gain serta juga menggunakan Dividen. Untuk pembahasan selebihnya dapat investor simak dalam uraian berikut dengan seksama:

1. Menggunakan Capital Gain

Metode pertama sebagai cara menghitung keuntungan saham adalah memakai Capital Gain. Adapun yang dimaksud dengan istilah Capital Gain itu sendiri yaitu keuntungan yang diperoleh asalnya dari selisih antara harga penjualan serta pembelian saham. Dimana nantinya selisih tersebut dapat terjadi lantaran beberapa hal. Misalnya seperti terjadinya fluktuasi saham tersebut.

Misalnya saja seperti ketika seorang A melakukan pembelian saham sebanyak 10 lot pada tahun 2019 silam dengan harga 3 ribu rupiah per lembarnya. Dimana untuk ukuran 1 lot saham setara dengan 100 lembar saham. Sementara ketika di tahun 2021 saham tersebut mengalami peningkatan hingga berada di harga 3500 per satu lembarnya.

Dengan begitu bisa diketahui bahwa keuntungan Capital Gain yang terjadi adalah harga penjualan – harga pembelian kemudian dikalikan dengan total lembar saham. Jika dihitung, maka keuntungan yang diperoleh menjadi 3500-3000 x (1000) dan didapati hasil 500 ribu. Untuk itu jumlah uang yang dimiliki oleh investor A yaitu 500 ribu rupiah sebagai keuntungan serta 3 juta rupiah sebagai modal.

2. Menggunakan Dividen

Cara lain yang dapat dipakai untuk melakukan perhitungan terhadap saham yang dimiliki adalah memakai Dividen. Dimana istilah Dividen sendiri bisa dipahami sebagai pembagian keuntungan yang bisa diperoleh para pemegang saham dari suatu perusahaan tempat melakukan investasi.

Misalnya saja seperti ketika suatu perusahaan C mempunyai kapasitas saham sebanyak 5 juta lembar. Hingga perubahan tersebut mampu menghasilkan keuntungan dengan 1 miliar rupiah.

Sedangkan kebijakan akan rasio Dividen atau bisa juga disebut DPR dari perusahaan tersebut yaitu mencapai 30 persen yang terhitung dari keuntungan bersih yang dilakukan pembagian sebagai Dividen. Rumus perhitungan keuntungan dengan cara Dividen ini yaitu keuntungan dikalikan dengan DPR. Dengan begitu BSI diperoleh angka 1 miliar x 30 persen.

Hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut adalah senilai 300 juta rupiah. Sementara untuk perhitungan Dividen per satu lembar saham adalah senilai dengan 300 juta rupiah dibagi dengan 5 juta lembar saham. Dari sini didapatkan bahwa Dividen mencapai 60 rupiah per satu lembar sahamnya. Apabila investor A mempunyai 10 lot saham. Maka 60×1000 hingga hasilnya adalah 60 ribu rupiah.

Itu tadi sekilas pembahasan terkait cara menghitung keuntungan saham dengan Capital Gain serta juga Dividen. Dengan mengetahui tata cara melakukan perhitungan terhadap keuangan saham yang dimiliki. Maka investor bisa mengetahui perkiraan besaran keuntungan yang diperoleh nantinya. Dengan keuntungan yang menggiurkan tersebut investor bisa memanfaatkan semaksimal mungkin dana hasil investasi yang ada untuk kebutuhan penting.